L'Oréal “Beauty for A Better Life” Cetak Ratusan Perempuan Tulang Punggung Keluarga Menjadi Tenaga Tata Rambut Siap Kerja

Jakarta, 27 Oktober 2016 – Dalam rangka berbagi inspirasi dengan para alumni program pemberdayaan Beauty for A Better Life (BFBL), L’Oréal Indonesia mengadakan acara bincang-bincang bertajuk ‘Life After BFBL’ bersama Umesh Phadke, Presiden Direktur L’Oréal Indonesia; Melanie Masriel, Head of Communications L’Oréal Indonesia; Patricia L. Viola, National Education Manager Matrix Indonesia; rekanan serta para alumni BFBL. Bertempat di L’Oréal Academy, para alumni difasilitasi untuk berbagi kisah inspiratif tentang peningkatan taraf penghidupan ke arah yang lebih baik yang mereka alami setelah mengikuti pelatihan BFBL.
 
Dalam kata sambutannya, Umesh Phadke, Presiden Direktur PT L’Oréal Indonesia menyampaikan: “Dunia tata rambut di Indonesia menyimpan potensi luar biasa yang terus berkembang setiap tahunnya. Survei Kantar 2015 menunjukkan bahwa sekitar 71% perempuan Indonesia rutin mengunjungi salon dengan frekuensi 5-14 kali setahun. Secara total diestimasikan terdapat sekitar 117.000 salon di Indonesia dengan nilai pasar sebesar Rp. 1,3 Trilyun di tahun 2016. Namun demikian dunia tata rambut juga memiliki berbagai tantangan, salah satunya – yang kerap ditemui oleh para pemilik salon – adalah keterbatasan jumlah tenaga kerja terampil. Oleh sebab itu sangatlah penting untuk terus memberikan pendidikan dan mempromosikan tata rambut sebagai profesi yang aspiratif di Indonesia. Melalui program BFBL, kami yakin profesi ini dapat ditekuni siapapun tanpa melihat latar belakang sosial-ekonomi maupun pendidikannya, yang diperlukan hanya kemauan dan ketekunan."
 
Beauty for a Better Life’ adalah program CSR yang diinisiasi oleh L’Oréal Fondation sejak tahun 2009 untuk membantu meningkatkan taraf hidup perempuan kurang mampu di seluruh dunia dengan memberikan pelatihan keterampilan kecantikan. Sampai tahun 2015, program BFBL telah diterapkan di 22 negara di dunia melalui 53 pusat pelatihan, atas kerjasama dengan 29 NGO mitra, dan telah menghasilkan sebanyak 3142 lulusan di seluruh dunia. Melalui program BFBL, L’Oréal Fondation bercita-cita untuk mencetak sebanyak 20.000 lulusan siap kerja di bidang kecantikan di tahun 2020.
 
Program BFBL diluncurkan di Indonesia pertama kalinya di tahun 2014 atas kerjasama L’Oréal Indonesia dengan Yayasan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) dengan misi untuk memberdayakan kaum perempuan yang memiliki keterbatasan secara sosial-ekonomi yang diadakan di berbagai kota pelatihan PEKKA di Indonesia agar bisa bangkit dan meraih penghidupan lebih baik dengan mengikuti pelatihan ketrampilan tata rambut yang berstandar internasional secara gratis. Mulai pertengahan tahun 2016 program ini kemudian dikembangkan lagi atas kerjasama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) untuk menjangkau perempuan muda kurang beruntung dan putus sekolah di Jakarta.
 
Setiap siswa dilatih dengan beragam keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi penata rambut yang kompeten termasuk dasar-dasar ketrampilan perawatan rambut, penataan rambut, tekstur (pengeritingan/pelurusan), pewarnaan dan pengguntingan rambut melalui kelas teori maupun praktek magang secara langsung di hair salon-hair salon sekitar.
 
Melanie Masriel, Head of Communications PT L’Oréal Indonesia memaparkan: “Selama hampir 3 tahun hadir di Indonesia, program BFBL telah berkembang pesat sehingga kini telah membuka 7 pusat pelatihan di Kerawang, Cianjur, Sukabumi, Bekasi, Pontianak, Mataram dan Jakarta, serta telah melatih sebanyak 416 orang melalui kelas-kelas berstandar kualitas kurikulum internasional yang berlangsung selama 4,5 bulan dan program magang selama 1,5 bulan. Sampai saat ini, sebanyak 63% lulusan BFBL telah melanjutkan karir di bidang tata rambut, mulai dari yang bekerja di salon, salon keliling, salon musiman bahkan membuka salon sendiri.”
 
Dalam acara tersebut hadir pula perempuan alumni yang telah merasakan manfaat dari pelatihan BFBL. Salah satunya adalah Ati Nurhaeti. Ia adalah alumni angkatan kelima BFBL Cianjur yang sekarang bekerja sebagai stylist di salon Al-Jazeera, Cianjur. Ati bercerita: “Saat itu keluargaku ditempa cobaan ketika suamiku yang bekerja di luar negeri diterpa masalah dan sampai sekarang tidak diketahui dimana keberadaannya sehingga aku harus menanggung sendiri kehidupan ketiga anakku, Ibu dan juga nenek. Dengan mengikuti BFBL, aku serasa mendapat kesempatan kedua dalam hidupku. Kini ilmu yang aku dapat dari BFBL bisa membantuku mendapatkan pekerjaan. Kepercayaan yang diberikan oleh pemilik salon sangat membantuku mendukung keluarga.”
 
Patricia L. Viola, National Education Manager Matrix Indonesia menyampaikan kepada para alumni: “Industri tata rambut sangat menjanjikan dan memegang peranan kunci bagi perempuan. Dengan memiliki keahlian tata rambut, Anda dapat mengubah dunia dengan membuat orang-orang merasa dan terlihat cantik. Dibutuhkan kegigihan dan kerja keras untuk memulai kehidupan baru. Mulailah dengan mengganti pertanyaan ‘Mengapa nasib saya begini? Mengapa hidup saya begitu penuh cobaan?’ dengan ‘Bagaimana saya bisa bangkit dan menghidupi keluarga?’ Sudah saatnya kita melangkah untuk masa depan yang lebih baik.”